Teknik Mengolah Sumber-sumber Sejarah Kemudian Menafsirkannya Dinamakan

Teknik Mengolah Sumber-sumber Sejarah Kemudian Menafsirkannya Dinamakan – Ilmu sejarah yang kita pelajari selama ini berasal dari hasil penelitian terhadap peristiwa yang terjadi pada masa

Hadi

Teknik Mengolah Sumber-sumber Sejarah Kemudian Menafsirkannya Dinamakan – Ilmu sejarah yang kita pelajari selama ini berasal dari hasil penelitian terhadap peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dalam perjalanannya, tentu saja sejarawan membutuhkan pembuktian berupa sumber-sumber sejarah untuk memvalidasi kebenaran peristiwa tersebut.

Kebenaran sumber sejarah harus diperhitungkan karena sejarah merupakan bagian dari kajian ilmiah. Dengan demikian, pada saat menyunting sumber sejarah, peneliti mengolah sumber sejarah kemudian menginterpretasikannya dengan menggunakan teknik interpretatif.

Teknik Mengolah Sumber-sumber Sejarah Kemudian Menafsirkannya Dinamakan

Teknik interpretasi adalah metode pemindahan informasi dari objek tertentu (yang tidak mengandung tulisan) menjadi informasi tertulis atau lisan. Ketika peneliti menemukan catatan kuno di batu berukir, mereka menafsirkannya menggunakan teknik ini.

Modul Metode Penelitian

(2005), R.Moh. Ali mengatakan bahwa sumber sejarah adalah benda berwujud dan tidak berwujud yang berguna dalam penelitian sejarah dari zaman dahulu sampai sekarang.

Dengan kata lain, sumber sejarah merupakan bahan yang dapat dijadikan sebagai informasi untuk mendukung penelitian dalam proses penulisan sejarah.

Sumber sejarah dapat berbentuk apa saja, baik berupa artefak, fosil tekstual (prasasti, manuskrip kuno, surat kabar, dan lain-lain) maupun nontekstual, material material, visual, audio-visual, dan tradisi lisan.

Misalnya sumber sejarah kerajaan Sriwijaya misalnya Candi Muaro Jambi, Prasasti Talang Tuo, Prasasti Kota Kapur dan lain-lain.

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

Apalagi sumber sejarah Kutai adalah sebuah prasasti yang disebut Yupa dalam bentuk batu dalam aksara Pallawa dan Sansekerta.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 69 Tahun 2016, sumber sejarah memiliki jenis yang berbeda-beda berdasarkan ciri-cirinya, yaitu. primer dan sekunder, serta sumber sejarah berbasis bentuk, yaitu lisan, tulisan dan audiovisual.

Sumber sejarah primer biasanya berupa keterangan saksi mata melihat suatu peristiwa secara langsung. Selain kesaksian seseorang, sumber primer juga dapat berupa alat-alat mekanis, seperti dokumen, naskah perjanjian, catatan, dan surat kabar.

Sumbernya bisa lisan, tertulis atau audio-visual, tetapi harus datang langsung dari sumber yang sezaman dengan peristiwa itu. Sumber duplikat asli dapat digunakan karena yang terpenting adalah kandungan informasinya.

Pdf) Historiografi Melompati Ideologi: Pendekatan Holistik Dalam Pembelajaran Sejarah

Sumber sejarah sekunder disebut juga sumber bekas. Keterangan diperoleh dari keterangan orang yang bukan saksi langsung atau saksi mata, misalnya saksi yang tidak hadir secara fisik dalam suatu peristiwa. Sumber sekunder dapat berupa sumber audio-visual, tertulis, lisan yang tidak sezaman dengan peristiwa tersebut.

Sumber sejarah lisan diperoleh dari penuturan lisan seorang saksi atas suatu peristiwa melalui wawancara, misalnya dengan orang atau anggota suatu kelompok yang terkait dengan suatu peristiwa atau masa. Namun, keberadaan sumber tertulis harus didukung oleh sumber sejarah.

Sumber tertulis sejarah diperoleh dari warisan berupa tulisan yang sebenarnya, misalnya surat kabar, majalah, risalah rapat, sertifikat, kartu tanda penduduk dan lain-lain.

Sumber sejarah audiovisual biasanya berupa gambar dan rekaman suara. Hal ini dapat diambil seiring dengan perkembangan teknologi pada saat peristiwa itu terjadi. Tentu saja, sumber daya audiovisual dapat berupa audio, video, digital video disc (DVD), atau media digital.

Teknik Produksi Dan Pengembangan Multimedia Pembelajaran By Ayra

Dengan demikian, sumber sejarah adalah elemen yang digunakan untuk melengkapi informasi yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu untuk menjamin keandalan informasi tersebut. Biasanya setelah belajar ada diskusi.

Tes dilakukan untuk memantau bagaimana siswa menyerap materi. Selain itu untuk mengevaluasi sistem pembelajaran yang dilaksanakan. Hal ini sesuai untuk subjek.

Hasil jawaban soal teknis yang mengolah sumber sejarah kemudian menginterpretasikan nama yang diberikan siswa akan dibandingkan dengan standar yang ditetapkan dalam kurikulum.

Setelah mendapatkan sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan pokok bahasan penulisan sejarah, baik dari arsip, dokumen, buku, manuskrip, candi, dan lain-lain, hingga kita mengkaji sumber-sumber sejarah tersebut baik secara fisik maupun material pada sumber-sumber sejarah tersebut, barulah masuk ke tahap interpretasi. .

Discovery Learning: Pengertian Dan Langkah

Pada tahap interpretasi, kita melakukan proses interpretasi data yang terdiri dari dua bentuk yaitu analisis dan sintesis.

Meskipun interpretasi merupakan sumber subjektivitas, interpretasi merupakan langkah penting karena tanpa interpretasi, kita tidak dapat mengetahui dan memahami makna dari sumber sejarah yang kita yakini sebagai sumber penulisan sejarah yang dapat ditemukan.

Dikatakan bahwa penjelasan masalah teknis tentang pengolahan sumber sejarah dan kemudian interpretasinya tidak sama dengan yang ada di buku teks.

Dengan demikian, mahasiswa dapat mengambil manfaat dari penjelasan masalah teknis untuk mengolah sumber sejarah dan kemudian menafsirkannya seperti yang disebutkan dalam artikel ini sebagai sarana praktik.

Pdf) Kolonialisme: Eksploitasi Dan Pembangunan Menuju Hegemoni

Diharapkan siswa mampu mencapai hasil yang lebih tinggi dan mampu melampaui standar yang ditetapkan dalam kurikulum.***

Bahasa Indonesia Dasar Jawaban Kelas 12 Semester 2 Halaman 93 – 96 Kegiatan 1 Mengidentifikasi Masalah Faktual Teks Berita

Kelas Kunci Jawaban Bahasa Indonesia 12 Halaman 103 Teks Topik Banyak tenaga kerja Indonesia yang tidak terampil

Jawaban atas pertanyaan Armaan dan Budi sedang berada di halaman sekolah, saat bel berbunyi, Armaan berjalan

Sejarah Indonesia Kelas X

Sebuah minimarket akan menyediakan hingga 480 bungkus Mie Instan dan 300 bungkus minuman

T.ABCD limas beraturan dengan panjang rusuk alas 12 satuan dan rusuk vertikal 10 satuan, TP Vertikal BC, Panjang Dalam sejarah, ada beberapa teknik pengolahan sumber sejarah yang ditemukan. Teknik mengolah sumber sejarah dan kemudian menafsirkannya disebut interpretasi. Meski istilah ini mungkin terdengar familiar, namun makna tafsir dalam sejarah dan ilmu lainnya berbeda lho. Bagi Anda yang penasaran ingin mengetahui lebih jauh tentang tafsir dalam sejarah, simak artikel ini.

Seperti disebutkan sebelumnya, teknik mengolah sumber sejarah dan kemudian menafsirkannya disebut interpretasi. Mengutip dari buku Ilmu Sejarah: Metode dan Praktek karya Aditia Muara Padiatra (2020), interpretasi merupakan tahapan penulisan sejarah yang terjadi setelah pencarian sumber dan kritik sumber.

Oleh karena itu, jika sudah menemukan sumber-sumber sejarah yang dianggap relevan dengan topik penulisan sejarah. Baik itu berupa catatan, buku, dokumen, manuskrip, candi, dll dan sudah mulai memasuki tahap uji fisik sumber-sumber sejarah beserta isinya, maka berarti Anda sudah memasuki tahap interpretasi.

Keterampilan Dasar Sekolah Dasar

Pada tahap interpretasi ini, Anda langsung terlibat dalam interpretasi data yang terdiri dari dua bentuk berbeda yaitu analisis dan sintesis. Meskipun interpretasi adalah bidang yang berasal dari subjektivitas, tanpa interpretasi, Anda tidak dapat memahami makna dari sumber sejarah yang ditemukan apakah itu terkait dengan penulisan sejarah atau tidak.

Demikian penjelasan singkat mengenai cara atau teknik mengolah sumber sejarah yang kemudian diinterpretasikan atau biasa dikenal dengan eksegesis. Pada dasarnya, proses atau tahapan penafsiran dikenal dalam penulisan sejarah. Ini karena penulisan sejarah bisa menjadi ambigu atau bahkan kurang informasi tanpa proses interpretasi. (Anna)

Hadi

Seorang penulis artikel blog yang berbakat dengan kecintaan yang mendalam terhadap dunia tulis-menulis. Dilahirkan dan dibesarkan di kota kecil di Indonesia, Hadi menemukan hasratnya dalam menulis sejak usia muda.

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar