Lintang Negara Paling Utara Negara Paling Selatan

Lintang Negara Paling Utara Negara Paling Selatan – Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu dari 23 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kabupaten

Hadi

Lintang Negara Paling Utara Negara Paling Selatan – Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu dari 23 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kabupaten Aceh Selatan terletak pada 02º 23′ 24” – 03º 44′ 24” LU dan 96º 57′ 36” – 97º 56′ 24” BT dengan elevasi rata-rata di atas permukaan laut (mdpl) adalah 25 meter. Kabupaten Aceh Selatan memiliki luas 4.173,82 km2 atau 417.382,50 ha. Wilayah Aceh Selatan memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu kabupaten tertua di Provinsi Kesultanan Nanggroe Aceh. Kabupaten Aceh Selatan terdiri dari 18 kecamatan yang terbentang dari selatan ke utara. Pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan terletak di Kecamatan Tapaktuan.

Lintang Negara Paling Utara Negara Paling Selatan

Kondisi topografi wilayah Aceh Selatan sangat bervariasi, mulai dari dataran yang terjal dan terjal hingga pegunungan yang sangat terjal atau berlereng curam (25% sampai >40%). Kondisi lereng wilayah Kabupaten Aceh Selatan dapat dibagi menjadi 5 (lima) kelas untuk setiap lokasi sebagai berikut:

Geographi Dan Monographi

Geologi wilayah Aceh Selatan cenderung kompleks, dengan lipatan dan patahan yang merupakan bagian dari Sistem Sesar Sumatera. Akibatnya, Kabupaten Aceh Selatan memiliki potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi tektonik. Di sisi lain, Kabupaten Aceh Selatan memiliki potensi mineral logam dan mineral non logam serta batuan. Di bawah ini adalah potensi penambangan material yang tersebar di berbagai kotamadya di Kabupaten Aceh Selatan.

, podzol merah kuning, kompleks renzina dan latosol. Komposisi lahan mempengaruhi penggunaan lahan yang ditujukan terutama untuk menumbuhkan hutan, perkebunan dan pertanian. Berikut adalah jenis tanah per kotapraja di Kabupaten Aceh Selatan:

Curah hujan rata-rata di wilayah Aceh Selatan berkisar antara 2.000 hingga 3.500 mm/tahun, dengan curah hujan tertinggi mencapai > 3.500 mm/tahun, atau 52,43% dari total luas wilayah Aceh Selatan dan hampir semua kabupaten di bawah Trumon kecuali wilayah tersebut. . Curah hujan yang tinggi berpengaruh positif terhadap ketersediaan air yang cukup yang dapat dikelola sebagai sumber air irigasi. Sementara curah hujan terendah 2000-2500 mm/tahun di sebagian kecil Kecamatan Trumon Tengah, Trumon, Labuhanhaji, Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Barat, peta di bawah ini menunjukkan sebaran curah hujan yang lebih rinci:

Wilayah Aceh Selatan tergolong tipe iklim A-1 dengan suhu rata-rata berkisar antara 28°C–34°C dan kecepatan angin berkisar antara 90 knot hingga 140 knot. Topografi dan vegetasi di Aceh Selatan lebih dominan perbukitan dan pegunungan serta curah hujan yang tinggi, sehingga kawasan ini sangat ideal untuk berbagai tumbuhan tropis dan dapat menyimpan air serta meredam panasnya iklim tropis, serta berbatasan langsung dengan wilayah Aceh Selatan. ke Samudera Hindia yang hangat…

Prakiraan Awal Musim Hujan

Bahaya bencana di wilayah Aceh Selatan meliputi daerah rawan banjir, gelombang pasang, gempa bumi, gerakan tanah tinggi, tsunami dan erosi, erosi dan angin kencang. Berikut adalah tabel kerawanan bencana di wilayah Aceh Selatan.

1. Kecamatan Labuhanhaji Barat meliputi Gampong Iku Lhung, Suaq Lokan dan Kuta Trieng, Blang Baru, Pulo Ie, Pante Geulima, Panton Rubek dan Panton Pawoh;

7. Kecamatan Pasie Raja meliputi Gampong Silolo, Paya Teuk, Kampung Baro, Lhok Sialang Rayeuk, Ie Mirah, Pante Raja, Ujung Padang Rasian, Lhok Sialang Cut, Mata Ie, Ujong Batee, Seuneubok, Ladang Tuha, Panton Bili dan Krueng Kale;

10. Kecamatan Kluet Selatan meliputi Gampong Suaq Bakong, Sialang, Kapeh, Juah, Pasie Meurapat, Ujung, Luar, Kedai Kandang, Rantau Binuang, Ujung Pasir, Geulumbuk dan Keude Ruding;

Letak Astronomis Negara Asean, Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara

16. Kecamatan Trumon Timur meliputi Gampong Titi Poben, Seuneubok Pusaka, Seuneubok Punto, Alue Bujok, Kapa Seusak dan Jambo Dalem;

17. Kecamatan Trumon meliputi Gampong Panton Bili, Keude Trumon, Ujong Tanoh, Kuta Baro, Ie Meudama, Seuneubok Jaya, Teupin Tinggi, Kuta Padang, Kampung Teungoh dan Raket.

1. Kota Labuhanhaji meliputi Gampong Padang Baru, Tengah Baru, Pawoh, Apha, Pasar Lama, Manggis Harapan dan Padang Bakau;

4. Kecamatan Meukek meliputi Desa Arung Tunggai, Keude Meukek, Kuta Baro, Tanjung Harapan, Labuhan Tarok I dan Labuhan Tarok II;

Survey Data Basis Pembangunan Daerah Kota Bandung Tahun 2019 By Open Data Kota Bandung

5. Kawasan Sawang meliputi Desa Sawang Ba’u, Ujung Padang, Sawang I, Sawang II, Ujung Karang dan Lhok Pawoh;

6. Kota Mandiri Samadua meliputi Gampong Batee Tunggai, Kuta Blang, Gunung Cut, Alur Pinang, Jilatang, Baru, Tampang, Luar dan Ujung Tanah;

7. Wilayah Tapaktuan meliputi Gampong Gunung Kermbil, Air Berudang, Lhok Keutapang, Hilir, Padang, Pasar, Lhok Bengkuang, Lhok Bengkuang Timur, Batu Itam, Panjupian, Lhok Rukam dan Air Pinang;

13. Kecamatan Pasie Raja meliputi Gampong Ujong Batee, Mata Ie, Lapangan Tuha, Pante Raja, Seneubok, Teupin Gajah, Kampung Baru dan Pasie Rasian;

Mengenal Titik Titik Paling Ujung Kepulauan Indonesia

1. Kecamatan Labuhanhaji meliputi Gampong Padang Baru, Tengah Baru, Pawoh, Apha, Pasar Lama, Manggis Harapan, Bakau Hulu dan Padang Bakau;

4. Kecamatan Meukek meliputi Blang Kuala Gampong, Arun Tunggai, Keude Meukek, Kuta Baro, Tanjung Harapan, Labuhan Tarok I dan Labuhan Tarok II;

5. Kawasan Sawang meliputi Desa Sawang Ba’u, Ujung Padang, Kuta Baro, Meuligo, Sawang I, Sawang II, Ujung Karang dan Lhok Pawoh;

6. Kecamatan Samadua meliputi Gampong Batee Tungai, Kuta Blang, Gunung Cut, Alur Pinang, Lapangan Kasik Putih, Lapangan, Jilatang, Baru, Tampang, Ujung Kampung, Luar, Arafah dan Ujung Tanah;

Letak Titil Kordinat Paling Utara ,paling Selatan ,titik Paling Barat , Paling Timur Dari Negara

7. Wilayah Tapaktuan meliputi Gampong Gurnung Kermbil, Air Beruda, Lhok Keutapang, Hilir, Hulu, Tepi Air, Padang, Pasar, Lhok Bengkuang, Lhok Bengkuang Timur, Batu Itam, Panjupian, Lhok Rukam dan Air Pinang;

8. Kecamatan Pasie Raja meliputi Desa Ujong Batee, Mata Ie, Lapangan Tuha, Pantee Raja, Seneubok, Teupin Gajah, Desa Baru dan Pasie Rasian;

12.    Kecamatan Bakongan Timur meliputi Gampong Ujong Pulo Cut, Ujong Pulo Rayeuk, Seubadeh, Sawah Tingkeum dan Seulek;

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui daerah rawan bencana di Kabupaten Aceh Selatan. Lihat peta di bawah ini untuk rincian lebih lanjut tentang daerah dengan kerentanan bencana tertentu.

Letak Geografis & Astronomis Indonesia Serta Pengaruhnya

Pada tahun 2021, jumlah penduduk Kabupaten Aceh Selatan sebanyak 234.630 jiwa dan RJK (sex ratio) 100,62. Jumlah penduduk meningkat 0,95% dibandingkan tahun 2019. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2010-2021 sebesar 1,27%. Wilayah Aceh Selatan memiliki kepadatan penduduk yang rendah yaitu 56 jiwa/Km². Sebaran kepadatan penduduk di Kabupaten Aceh Selatan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Jumlah KK per kelurahan di Kabupaten Aceh Selatan tahun 2020 sebanyak 62.737 KK. Jumlah rumah tangga terbanyak terdapat di Kecamatan Kluet Utara (6.659 rumah tangga), sedangkan jumlah rumah tangga terendah terdapat di Kecamatan Bakongan (1.429 rumah tangga).

Penduduk di wilayah Aceh Selatan saat ini didominasi oleh penduduk usia kerja (penduduk usia 15-64) yaitu sebesar 70,4%. Dilihat dari piramida penduduk pada gambar di bawah ini, piramida tergolong piramida luas (muda). Artinya mayoritas penduduk berusia muda, sedangkan lansia sedikit. Jadi pekerjaan yang cukup diperlukan untuk menutupi tenaga kerja saat ini.

Berdasarkan perkiraan jumlah penduduk, jumlah penduduk Kabupaten Aceh Selatan akan meningkat dari 232.400 jiwa (tahun 2020) menjadi 318.329 jiwa pada tahun 2045. Proyeksi tersebut menggunakan data penduduk tahun 2010 sampai dengan tahun 2020. Jumlah penduduk wilayah Aceh Selatan pada tahun 2010 sebanyak 204.667 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk tahun 2010-2020 sebesar 1,27%, sehingga hasil proyeksi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Enjoy 20% Off With Self Pick Up

Gambaran kemiskinan di wilayah Aceh Selatan tahun 2014-2021 dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Jumlah orang miskin fluktuatif, tapi besarannya tidak jadi soal, jumlah maksimal orang miskin mencapai 32.820 orang pada 2018, tahun lalu tepatnya 2021 menjadi 32.510 orang. Setelah itu, garis kemiskinan di Kabupaten Aceh Selatan terus meningkat antara tahun 2014 hingga 2021 mencapai 418.689 jiwa pada tahun 2021.

Indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan di wilayah Aceh Selatan periode 2015-2021 dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Kedalaman indeks kemiskinan cenderung fluktuatif, terendah 1,58 pada 2020, tertinggi 2,44 pada 2017. Sementara itu 0,4, nilai tertinggi adalah 0,64 pada tahun 2017.

Jumlah rumah di Kabupaten Aceh Selatan sebanyak 66.180 pada tahun 2017. Jumlah rumah tersebut terus bertambah setiap tahunnya. Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Aceh Selatan sebanyak 38.157 unit yang tersebar di 18 kotamadya pada tahun 2017.

Jumlah rumah susun layak huni di Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2016 sebanyak 34.118. Jumlah tersebut lebih rendah dari jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2016 sebanyak 38.547 unit.

Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues

Status kepemilikan bangunan merupakan salah satu indikator kesejahteraan penghuni di sektor perumahan. Semakin banyak orang memiliki rumah sendiri, semakin banyak orang yang tergolong mampu dan sejahtera, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menurut data Statistik Sosial Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2018-2021 persentase kepemilikan bangunan tertinggi di Kabupaten Aceh Selatan adalah sebesar 88,00%. Berikut tabel persentase status kepemilikan bangunan tahun 2018-2020 di wilayah Aceh Selatan:

Luas lantai bangunan merupakan indikator lain dari kesejahteraan penghuninya. Idealnya, sebuah keluarga harus tinggal di rumah dengan jumlah anggota keluarga minimal 8 kali lipat. Luas lantai dominan di wilayah Aceh Selatan adalah 50-99 m2, dengan laju tertinggi pada tahun 2021 sebesar 50,64%. Namun tahun lalu juga terdapat 0,48% bangunan dengan luas lantai kurang dari 20 m2. Berikut adalah tabel persentase bangunan menurut luas lantai di wilayah Aceh Selatan tahun 2016-2020:

Luas per penduduk merupakan salah satu kriteria perumahan. Menurut publikasi BPS, luas minimum per orang untuk rumah yang dianggap layak huni adalah ≥ 7,2 m2. Di wilayah Aceh Selatan luas per kapita yang dominan adalah ≥ 10 m2 yaitu sebesar 84,77% pada tahun terakhir yaitu tahun 2021. Tabel berikut menunjukkan persentase bangunan menurut luas per kapita di wilayah Aceh Selatan.

Hadi

Seorang penulis artikel blog yang berbakat dengan kecintaan yang mendalam terhadap dunia tulis-menulis. Dilahirkan dan dibesarkan di kota kecil di Indonesia, Hadi menemukan hasratnya dalam menulis sejak usia muda.

Tags

Related Post

Leave a Comment