Kelola Dana THR di Reksa Dana Tidak Susah, Begini Hitungannya

Untuk memeriahkan bulan Ramadhan, pemerintah menerbitkan peraturan agar setiap perusahaan wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar satu bulan gaji pokok kepada pegawainya.

Dengan adanya insentif tambahan, tentu sebagian besar dari masyarakat akan membelanjakan berbagai kebutuhan mereka.

Namun, apakah bijak apabila langsung menonton atau membelanjakan seluruh dana tersebut?

Menurut Founder and Chief Executive Officer (CEO) Makmur Sander Parawira, sebagian dari THR sebaiknya dialokasikan untuk investasi reksa dana.

“Seperti halnya gaji yang diterima setiap bulannya, THR pun dapat dialokasikan dengan prinsip 10, 20, 30, 40 yang di mana 20 persen dari penerimaan dapat diinvestasikan ke reksa dana,” ujarnya, Rabu (27.4.2022 ).

Seperti yang diketahui dalam teori 10, 20, 30, 40 terdiri dari 40 orang untuk biaya mudik, 30 orang untuk cicilan produktif atau pinjaman utang, 20 orang untuk investasi reksa dana, dan 10 orang untuk amal.

Sander mengungkapkan, investasi zaman sekarang tidak perlu menggunakan dana besar karena investasi reksa dana sudah bisa dimulai dari Rp 10.000, dan banyak juga ragam pilihannya.

Kemudian, apakah reksa dana aman?

Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), telah mengatur tata cara pengelolaan reksa dana yang menjadi pedoman Manajer Investasi dalam mengelola, sehingga untuk risikonya ditentukan berdasarkan jenis pengelolaan.

“Bagi Investor pemula yang memiliki profil risiko rendah, dapat memulai berinvestasi di jenis reksa dana pasar uang karena memiliki risiko tingkat yang relatif rendah. Namun jika tujuannya untuk jangka panjang seperti persiapan dana pensiun, maka investor dapat memilih reksa dana campuran atau dana saham karena hasil investasi cenderung lebih tinggi,” pungkas Sander.

Back to top button
error: Content is protected !!