Jelaskan Peran Budi Utomo Sebagai Organisasi Modern Pertama Di Indonesia

Jelaskan Peran Budi Utomo Sebagai Organisasi Modern Pertama Di Indonesia – Sekitar November 1907, Vahidin Sudirohosudhu sedang dalam perjalanan untuk mengkampanyekan program pendidikannya. Dia ingin anak-anak lokal dari keluarga berpenghasilan rendah seperti dia menerima pendidikan Barat yang layak. Untuk itu, Wahidin menuntut agar pemerintah kolonial memberikan beasiswa kepada mereka yang pandai.

Respon dingin orang Jawa membuat Wahidin semakin gelisah. Bisa dimaklumi, pada masa itu bersekolah dengan biaya orang lain bukanlah hal yang aneh, bukan hal yang aneh dianggap memalukan. Untuk mengubah persepsi ini, Wahidin setuju untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin redaksi surat kabar Retnodhoemil dan mulai melakukan perjalanan dengan sungguh-sungguh ke Jawa untuk bertemu dengan para sesepuh dan bupati yang berpengaruh. Ia didampingi dalam ekspedisinya oleh putra Pakavalama V. Areo Noto Dardu.

Jelaskan Peran Budi Utomo Sebagai Organisasi Modern Pertama Di Indonesia

Seperti yang dijelaskan Akira Nagazumi dalam Kebangkitan Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo 1908-1918 (1989:53), perjalanan ini membawa Wahidin ke mobil van sekolah di Landsche Artesen (Stuvia) di Batavia. Sebagai lulusan fakultas kedokteran Jawa, Wahidin tentu tidak merasa asing. Sebelum bekerja sebagai tenaga kesehatan dan redaktur surat kabar di Yogyakarta, Wahidin juga pernah bekerja sebagai asisten dosen selama beberapa tahun.

Bab Vii Biografi Tokoh Pendiri Organisasi Keagamaan Di Indonesia

Waheedin awalnya hanya berniat untuk bersahabat sambil beristirahat sebelum melanjutkan perjalanannya. Namun dua mahasiswa STOVIA bernama Soetomo dan Soeradji tiba-tiba memutuskan untuk mengajak Wahidin mengikuti diskusi tertutup. Ia tertarik mendengar keinginan dan pemikiran pensiunan dokter berusia 51 tahun itu.

Menurut Nagazumi, pertemuan dengan Wahidin berdampak besar bagi Suitomo. Tenggelam dalam perdebatan itu, Soetomo menjadi korban gagasan Wahidin tentang “pembangunan yang harmonis”, yaitu melestarikan budaya tradisional sambil beradaptasi dengan kebijakan kolonial untuk menciptakan kesejahteraan sosial bagi penduduk pribumi. Dari situ, Sowetomo memutuskan untuk membentuk perkumpulan pemuda untuk mempromosikan ideologi ini.

Selang beberapa bulan, Sowetomo dan sembilan temannya dari sekolah berhasil mendirikan sebuah perkumpulan di STOVII yang disebut Boedi Oetomo (BO). Organisasi lokal yang dianggap sebagai titik tolak kebangkitan nasional itu diresmikan tepat 112 tahun lalu pada hari ini, 20 Mei 1908. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai Hari Kesadaran Nasional.

Penyatuan Bangsa Jawa Berdasarkan catatan-catatan yang dikumpulkan oleh Nagazumi, jelas bahwa BO didasarkan terutama pada filosofi dan budaya Jawa menurut garis Barat. Masih dalam buku yang sama, ia memaparkan dominasi bahasa Jawa dalam daftar mahasiswa STOVIA yang mengikuti kegiatan berorganisasi. Orang Jawa ini umumnya tidak toleran seperti kelompok etnis lain di dunia pergerakan.

Prosiding Seminar Nasional Pnfi 2016 Univeristas Negeri Yogyakarta By Pls Fip Uny

Nagazumi menulis, “Kebanggaan orang Jawa atas keunggulan budaya mereka atas kelompok etnis lain di India begitu merajalela sehingga tidak mengherankan jika mahasiswa Jawa di STOVII ragu untuk mengajak mahasiswa non-Jawa bergabung dalam gerakan mereka. Tulis Nagazumi.

Menurut Nagazumi, masyarakat ilmiah selama periode ini sebagian besar didasarkan pada rasa persaudaraan. Di Yogyakarta, orang terpelajar pun mencoba bergabung dengan perkumpulan serupa bernama Mardiwara. Pergaulan semacam itu muncul dari rasa persatuan dalam menghadapi lingkungan politik negara kolonial yang rasis dan penuh keistimewaan bagi konstituen tertentu.

Soetomo sering mengkampanyekan ide pendirian BO dari asrama mahasiswa yang kebanyakan dihuni orang Jawa. Terkadang dia pergi dari kelas ke kelas mencari bantuan dari siswa lain. Sedikitnya 150 pemuda setempat mengikuti STOVIA saat itu. Sekitar 100 orang di antaranya berasal dari keluarga petani Jawa atau merupakan anak pedagang, sedangkan sisanya berasal dari Sumatera dan Indonesia bagian timur.

Boedi Oetomo adalah nama yang diusulkan oleh Soeradji, teman sekelas Soetomo yang juga hadir dalam pertemuan dengan Wahidin. dr. Soetomo dalam Imam Spardi: Sejarah Hidup dan Perjuangannya (1951: 28) menjelaskan, nama itu muncul ketika Soradji melihat Wahidin berpamitan untuk melanjutkan perjalanannya ke Banten. Di lingkungan seperti ini, Sowetomo mengagumi tekad seniornya yang bermata berbinar itu.

Contoh Soal Dan Pembahasan Materi Perintis Kebangkitan Nasional

Dalam bukunya, Akira Nagazumi tidak menjelaskan asal usul nama Boedi Oitomo. Menurutnya, kata “disiplin” sangat penting bagi masyarakat Jawa. Konsep pikiran terkait erat dengan konsep kesejahteraan sosial. Karena akar falsafah Jawa yang begitu kuat, maka batas etnis dan geografis kelompok ini sangat sulit diterobos dari ranah budaya Jawa.

Tak lama kemudian nasionalisme Praiyan BO dipandang sebagai salah satu konsekuensi dari keberhasilan politik moral di tanah Jawa. Tidak seperti organisasi pribumi lain yang memilih jalan radikal, BO yang cukup progresif tidak menghadapi kesulitan apapun sejak awal. Kurang dari setahun setelah pendiriannya, perkumpulan ini diakui oleh Gubernur Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz dan diberi wewenang untuk menghadap pengadilan Hindia Belanda dalam kedudukan yang sama sebagai warga negara Eropa.

Sebelumnya, pada bulan Oktober 1908, BO mengadakan kongres nasional pertamanya di Yogyakarta. Meski merupakan kehormatan nasional, kongres tersebut terutama dihadiri oleh Priai Jawa dan kelompok terpelajar lainnya dari Jawa. Abdul Rahman Sarjumihardjo Badi Utomo Cabang Betawi (1980:43) mencatat bahwa kongres diikuti sekitar 400 orang dari berbagai kalangan.

Kongres BO menjadi wadah bagi para ilmuwan STOVIA yang sebagian besar berasal dari kalangan elit bawah untuk memperluas jaringan politiknya. Dalam memoarnya yang dikumpulkan Surjomihardjo, Soetomo menyatakan berhasil menjalin hubungan dekat dengan Bupati Jepar dan Bupati Serang. Sahabat Soetomo dari STOVIA, Goenawan Mangoenkoesoemo, bahkan berhasil meyakinkan Bupati Karanganiyar R.A.A. Kosomo akan ditunjuk sebagai ketua BO pertama setelah kongres.

Tujuan Budi Utomo Bagi Kemerdekaan, Sejarah Dan Peran Pentingnya

Menurut Surjomihardja, pengurus BO rupanya juga mengundang putri-putri Jepara yang tak lain adalah adik mendiang Kartini. Sayangnya, baik Rukmini, Kartina maupun Sumatri tidak tertarik untuk bergabung dalam gerakan yang lebih besar. Sebaliknya, ia menerbitkan sebuah artikel di surat kabar de Locomotive berjudul “Java Majo” untuk mendorong terbentuknya perkumpulan-perkumpulan yang dapat mengangkat derajat bangsa.

Lahir dari asrama mahasiswa STOVIA, BO terus membahas persoalan nasionalisme Jawa Praijan dan adat-istiadat lama mereka. Seperti yang dijelaskan Robert van Niel dalam The Emergence of Indonesian Modern Elites (1984:81), STOVIA sebenarnya didirikan oleh pemerintah kolonial untuk memberikan pendidikan modern ala Barat kepada anak-anak kalangan elit bawah.

Menurut van Niel, Priai Hilir merupakan kelompok yang seringkali tersingkir dari struktur pemerintahan tradisional Jawa. Meski statusnya lebih tinggi dari sebelum abad ke-20, ada kalanya anak-anak dari keluarga tersebut tidak bisa bersaing dengan hak istimewa bangsawan tinggi, seperti keluarga Bupati.

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan anak kelas bawah tercermin dalam undang-undang BO yang disahkan oleh Kongres. Namun, menurut Merle Calvin Ricklefs dalam A History of Modern Indonesia, 1200–2004 (2005: 346), keberhasilan yang seharusnya dirayakan secara bertahap ini menimbulkan kecemburuan di kalangan elite birokrasi Jawa.

Peranan Soetomo Dalam Pendirian Organisasi Budi Utomo Tahun 1908

Beberapa bupati yang lebih tua membenci orisinalitas anggota BO, percaya bahwa hal itu dapat membahayakan hak istimewa mereka. Kecemasan para bupati meningkat ketika pemerintah kolonial membentuk Volksraad, sebuah semi-parlemen negara kolonial, pada tahun 1918. Volksraad memberi lebih banyak kesempatan bagi anggota BO untuk terlibat dalam pusaran politik Hindia Belanda. Perwakilan BO di lembaga ini juga mengadvokasi pembentukan pemerintahan parlementer.

“Elit birokrasi Jawa terlalu sibuk dengan karir mereka dan terfragmentasi oleh perbedaan sosial antara mereka dan masyarakat sehingga mereka tidak mampu memainkan peran yang dinamis,” kata Ricklefs.

BPS: Ekspor Januari 2023 turun 6,36% menjadi $22,31 miliar Wednesday, 15 February 2023 11:55 WIB Organisasi ini merupakan gerakan nasional pertama yang dibentuk pada 20 Mei 1908 oleh banyak mahasiswa kedokteran di Jakarta dan dimulai. Organisasi yang bergerak di bidang pendidikan. Dipimpin oleh dr. Sowetomo dengan banyak siswa. Hari jadi organisasi ini masih dikenang hingga saat ini dan merupakan hari penting bagi banyak orang Indonesia. Hari itu adalah Hari Kesadaran Nasional, yang diadakan pada tanggal 20 Mei.

Awalnya, organisasi ini dibentuk karena pendidikan merupakan komoditas yang sangat berharga pada masa itu. Karena banyaknya masyarakat Indonesia yang memilih untuk tidak bersekolah dan lebih tertarik dengan kehidupan sehari-hari, maka pemerintah berharap dapat menjamin pendidikan yang lebih baik sejak berdirinya Budi Otomo. , dan akan membuat pendidikan menjadi menarik bagi masyarakat Indonesia. Tentang pendidikan yang lebih baik… kita juga bisa mulai memahami arti Tut Wuri Handayani dalam pendidikan, yang dapat membantu kita untuk lebih mengenal pendidikan.

Kelas V Tema 7 Bs

Di awal pertemuannya, Sotomo memaparkan ide-ide yang perlu diketahui banyak orang. Ia mengatakan perlu turun ke jalan dan membentuk organisasi kepemudaan. Ia juga menegaskan bahwa masa depan bangsa ini ada pada pemuda yang memiliki peran khusus. Sehingga dengan bentuk organisasi seperti ini, banyak generasi muda yang mengetahui bahwa mereka sangat membutuhkan nilai pendidikan yang tinggi, bukan sekedar melakukan hal-hal yang tidak penting. Oleh karena itu, pemimpin organisasi ini haruslah para orang tua, dan pemimpin gerakan yang akan memajukan organisasi ini adalah para pemuda.

Kami berharap dengan adanya Budi Utomo akan tercipta kualitas pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Karena pada masa itu pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang dapat menentukan kemerdekaan Indonesia. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan, bangsa Indonesia dapat memperoleh kemerdekaan dan menjadi bangsa yang berkualitas. Kita bisa membayangkan sejarah kemerdekaan Indonesia yang membantu kita untuk memahami lebih jelas pentingnya pendidikan yang harus kita lakukan sekarang.

Pada pertemuan yang sama, Sowetomo meluncurkan kampanye untuk menyadarkan masyarakat bahwa banyak pelajar yang membutuhkan dana untuk pendidikannya. Hal itu juga berarti bahwa bangsa Indonesia perlu mengangkat harkat dan martabatnya untuk mencapai kemerdekaan. Ini juga berarti bahwa dengan bantuan keuangan siswa, dapat membantu banyak siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pendirian Badi Utomo bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan meningkatkan akses pendidikan.

Sebutkan Nilai Nilai Yang Mendasari Sebuah Kolaborasi Musik Dari

Tinggalkan komentar