Dampak Negatif Dari Semakin Bertambahnya Jumlah Manusia Dapat Menyebabkan

Dampak Negatif Dari Semakin Bertambahnya Jumlah Manusia Dapat Menyebabkan – Pertumbuhan penduduk yang tinggi telah membawa banyak manfaat, salah satunya adalah tenaga kerja yang melimpah.

Hadi

Dampak Negatif Dari Semakin Bertambahnya Jumlah Manusia Dapat Menyebabkan – Pertumbuhan penduduk yang tinggi telah membawa banyak manfaat, salah satunya adalah tenaga kerja yang melimpah. Namun, jika kebijakan pemerintah yang baik tidak diikuti untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk yang tinggi ini, pertumbuhan penduduk yang tinggi akan berdampak buruk bagi negara. Dampak buruk yang timbul dari pertumbuhan penduduk yang tinggi:

Jumlah penduduk yang tinggi tanpa adanya kesempatan kerja yang memadai akan menimbulkan masalah kriminalitas. Pengangguran bisa menjadi penjahat. Misalnya, di kota-kota besar, banyak orang tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhannya. Mereka juga mendapatkan uang sebagai penjahat seperti pencurian dan perampokan. Selain itu, dari sudut pandang sosial ekonomi, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak sesuai dengan kemudahan distribusi, yang akan mendorong transformasi kota dan pada akhirnya menciptakan kelas sosial baru di kota. Keberadaan perumahan kumuh adalah contoh nyata dari masalah ini.

Dampak Negatif Dari Semakin Bertambahnya Jumlah Manusia Dapat Menyebabkan

Pemerintah ingin warganya memenuhi standar internasional. Keinginan mereka diterjemahkan ke dalam pembuatan kebijakan yang dapat memajukan masyarakat dalam hal pendidikan dan kesehatan. Namun, jika jumlah penduduk suatu negara melebihi batas normal. Oleh karena itu kebijakan ini tidak dapat dilaksanakan. Tingkat pendidikan yang rendah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya sumber daya manusia suatu negara.

Pdf) Concentration Of Pm2,5 And Characteristic Analysis Of Workers With Health Complaints Smoked Fish Workers In Tambak Wedi Village Surabaya

Jumlah tempat tinggal harus berbanding lurus dengan luas pemukiman. Masalah muncul ketika tidak ada cukup ruang untuk menampung banyak orang. Untuk mengatasi masalah ini, warga kabupaten telah mengalihkan lahan pertanian atau hutan mereka ke tempat tinggal baru. Masalahnya tidak berakhir di situ. Membuka hutan untuk pertanian atau hutan untuk lahan pertanian yang sebenarnya

Isu yang berkaitan dengan lingkungan. Konversi lahan pertanian atau lahan hutan menjadi perumahan menyebabkan hilangnya daerah resapan air. Pasalnya, lahan yang dulunya menjadi waduk kini tertutup beton dan beton. Sehingga air tidak bisa masuk ke dalam. Banjir tidak bisa dihindari. Selain itu, ketika hutan dibabat untuk dijadikan pemukiman, warga kerap membakar hutan. Oleh karena itu, pencemaran udara terjadi akibat pembakaran hutan. Ini bukan hanya masalah internal negara. Tapi itu masih menjadi masalah bagi negara lain. Karena akibat dari tindakan ini masih dirasakan oleh negara lain.

Dampak positif dari jumlah penduduk yang besar adalah tenaga kerja yang murah mudah diperoleh. Pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, meskipun Indonesia sedang menggalakkan program Keluarga Berencana (KB), diperlukan laju pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pendapat berdasarkan kajian penelitian itu diungkapkan Profesor Wilson Rajagukguk dari Jakarta Baptist Theological University (STT) dalam gelar PhD di Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1) pagi. Penelitian ini menyisakan keinginan untuk membuktikan dan menyelidiki kebenaran tentang apakah ada hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk. Oleh karena itu, Mr. Wilson Rajagukguk dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan penduduk merupakan faktor konstan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam Ujian Doktor Ilmu Ekonomi di UI, pokok bahasan tersebut diangkat dengan penguji Bapak Mortiningsih Adiotomo, Nakrovi Djalal, Prijono Tjiptoherijanto (promotor), N Hay Passe dan Mangara Tambunan, dengan hasil yang sangat memuaskan. Berdasarkan simulasi dan analisis yang dilakukan dalam penelitiannya, laju pertumbuhan ekonomi terlihat berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk. Artinya, pertumbuhan penduduk Indonesia berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian Wilson diperkuat dengan argumen yang dikemukakan oleh Jones (1995) bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa lalu berhubungan dengan pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi. Seperti diketahui, selama ini ada tiga aliran pemikiran yang membahas hubungan antara pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Aliran pertama (Malthusian dan Neo-Malthusian) adalah aliran optimis tradisional (1950-an-1970-an) yang percaya bahwa pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Aliran kedua yang pertama adalah aliran revisionis yang meragukan pernyataan aliran pertama karena tidak cukup bukti. Sedangkan aliran ketiga adalah aliran yang menganggap pertumbuhan penduduk lebih berarti bagi pembangunan ekonomi (populasi tidak masalah, Birdsall dan Sindings, 2001). Selain itu, publikasi tersebut muncul karena adanya perbedaan pendapat dari banyak pemikir besar di masa lalu tentang apakah pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh pertumbuhan penduduk. Dengan mengevaluasi pertumbuhan ekonomi menggunakan indikator laju pertumbuhan konsumsi, laju pertumbuhan modal, dan laju pertumbuhan output, serta menggunakan indeks laju pertumbuhan penduduk untuk mengevaluasi pertumbuhan penduduk, penelitian ini dapat lebih akurat. Sementara Young (1995) menyatakan bahwa transisi mempengaruhi pertumbuhan di Indonesia bersama dengan Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Thailand dan Malaysia. Negara-negara ini tumbuh karena mereka membuat langkah besar dalam akumulasi material dan sumber daya manusia. Karena itu, Wilson ingin membuktikan bahwa anggapan yang berlaku adalah bahwa pertumbuhan penduduk berhubungan negatif dengan pertumbuhan penduduk.

Pengaruh Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Pengetahuan Serta Perilaku Penggunaan Suplemen Di Masa Pandemi Pada Mahasiswa Iik Bhakti Wiyata

Hadi

Seorang penulis artikel blog yang berbakat dengan kecintaan yang mendalam terhadap dunia tulis-menulis. Dilahirkan dan dibesarkan di kota kecil di Indonesia, Hadi menemukan hasratnya dalam menulis sejak usia muda.

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar